Halaman

    Social Items

Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Suwarakalbu - Anak Merupakan titipan dari sang maha kuasa dan setiap anak dipercaya memiliki bakat sendiri-sendiri. Namun bakat anak ini tidak bisa langsung terlihat begitu saja. Karenanya orang tua harus mengenali dan memahami bakat yang dimiliki anaknya. Dengan memahami bakat anak, akan lebih mudah dan terarah dalam mengembangkannya.

Memahami bakat anak merupakan langkah awal dalam membantu anak meraih masa depannya. Tetapi tahukah kita batasan-batasan tentang keberbakatan itu sendiri dan apa tantangan yang dihadapai dalam mengarahkannya? Apakah anak kita benar berbakat di bidang tertentu atau tidak? Apa yang orang tua dapat lakukan untuk mengenali dan mengembangkan bakat anaknya. Dan apa yang harus diwaspadai agar usaha yang kita lakukan tidak berbuah simalakama. Terlalu ngoyo dalam mendorong salah, tidak didorong pun juga salah. Karena itu penulis mengajak anda untuk menyimak hal-hal yang mendasar tentang keberbakatan ini.

Berikut pendapat  para pakar psikologi memberikan pengertian tentang anak berbakat:

    Tannenbaum memandang keberbakatan dari empat klasifikasi yaitu kelangkaan, keunggulan (mengacu pada sensibilitas serta sensitivitas yang lebih tinggi), kuota (keterbatasan jumlah individu yang memiliki keterampilan) dan anomali.
    Renzulli berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan berbakat jika ia menunjukkan kemampuan diatas rata-rata, melakukan hal-hal yang kreatif dan memiliki tekad dalam melaksanakan tugasnya.
    Damon berpendapat bahwa bakat sangat dibutuhkan untuk berprestasi tinggi. Namun untuk berprestasi tinggi, bakat harus dikembangkan dengan kerja keras, keuletan serta latihan.


Pada dasarnya ketiga pakar tersebut setuju bahwa untuk mengembangkan bakat seseorang diperlukan pengakuan dan perhatian, pemberian kesempatan mengembangkan minat, kerja keras, keuletan serta latihan terus menerus.

Namun ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengarahkan bakat ini:

    Sulitnya menemukan/menentukan bakat mana yang harus dikembangkan atau bakat apa yang sesungguhnya dimiliki oleh anak.
    Setiap individu adalah unik karena itu setiap bakat perlu memperoleh perhatian khusus.
    Perubahan sistem pendidikan. Perubahan yang terlalu sering dapat menghambat proses belajar dilain pihak perubahan yang terlalu lambat akan terlalu banyak menunda perkembangan bakat anak.
    Intervensi sosial (sekolah). Disiplin kelas dan prinsip egalitarian yaitu pemerataan terhadap semua siswa dengan harus mengikuti kegiatan yang sama namun tidak diminati anak.
    Ketidak seimbangan evaluasi. Pandangan umum yang memandang keberbakatan berdasarkan skor IQ. Padahal IQ tidak menggambarkan bakat musik atau bakat olahraga seseorang. Sekolah sering kali menggolongkan anak yang berprestasi sebagai anak yang memperoleh nilai pelajaran yang baik. Akibatnya sekolah kurang memberikan perhatian kepada anak yang memiliki bakat yang tak terukur oleh standar IQ.

Jenis-jenis Bakat dan Kepandaian


1. Kinetik Fisik (Bodily Kinesthic)

Bakat dalam menggunakan badan untuk memecahkan masalah dan mengekspresikan ide serta perasaan. Ciri-cirinya: Menonjolkah ia dalam olahraga tertentu? Apakah ia tidak bisa duduk diam untuk waktu yang lama? Pandaikah ia menirukan gerakan badan atau wajah orang lain? Tangkaskah ia dalam kegiatan yang membutuhkan ketrampilan tangan, seperti origami (melipat kertas gaya jepang), membuat pesawat dari kerta, melukis, bermain dengan tanah liat, atau merajut? Apakah ia dapat menggunakan badannya dengan baik untuk mengekspresikan dirinya?

2. Bahasa (Linguistic)


Bakat untuk menggunakan kata-kata, baik oral maupun verbal, secara efektif. Beberapa pertanyaan yang bisa membantu menetukan apakah anak berbakat di bidang ini atau tidak. Apakah ia bisa menulis lebih baik dari anak seusianya? Sukakah ia bercerita atau membuat lelucon? Sukakah ia membaca buku? Apakah ia bisa mengeja lebih baik dari anak seusianya? Apakah ia dapat mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan idenya secara baik.

3. Logika dan Matematis (Logical-Mathematical)

Bakat untuk mengerti dan menggunakan angka secara efektif, termasuk mempunyai kemampuan kuat untuk mengerti logika. Ciri-cirinya: Apakah ia tak hentinya ingin tahu bagaimana alam dan benda-benda bekerja? Apakah ia suka bermain dengan angka? Sukakah ia akan pelajaran matematika di sekolah? Sukakah ia bermain dengan permainan asah otak seperti catur? Sukakah ia mengelompokkan benda-benda?

4. Musikalitas (Musical)

Bakat untuk memahami musik melalui berbagai cara. Dibawah ini adalah beberapa pertanyaan yang membantu untuk menentukan apakah anak menunjukkan bakat musik yang menonjol: Pandaikah ia dalam menghafal lagu dan menyanyikannya? Dapatkah ia bermain alat musik? Sensitifkah ia terhadap suara-suara di sekitarnya? Apakah ia suka bersiul atau menggumam lagu?

5. Pemahaman Alam (Naturalist Intelligence)

Mengenali dan menggolongkan dunia tumbuhan dan binatang, termasuk dalam memahami fenomena alam. Ciri-cirinya: Sukakah ia berceloteh mengenai binatang kesayangannya atau tempat-tempat yang disukainya? Sukaka
h ia bermain di air? Apakah ia suka ke kebun binatang, taman safari atau kebun raya? Apakah ia bermain dengan binatang peliharaannya? Apakah ia suka mengoleksi kumbang, bunga, daun atau benda-benda alam lainnya?

Peran Sekolah dan Keluarga


Sekolah merupakan salah satu lembaga sosial yang diharapkan dapat membantu anak-anak mencapai prestasi pendidikan yang baik. Namun disamping sekolah orang tua memiliki peran yang sangat berarti dalam mengembangkan bakat anak. Dipercaya bahwa adanya peran pengasuhan yang baik cenderung membuka peluang lebih besar bagi anak-anak untuk mengembangkan bakatnya sesuai dengan minat anak. Peran pola asuh keluarga yang dilandasi kasih sayang, dan disertai pemberian stimulasi (perangsangan) yang cukup dan sesuai dipercaya dapat melahirkan anak-anak yang berbakat.

Kerja sama antara sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan. Para orang tua bagi anak-anak yang berprestasi tinggi memberikan pola asuh yang baik disertai kehangatan, selanjutnya para guru memberikan pelatihan yang baik.

Apa yang orang tua bisa lakukkan di rumah:

    Patoklah prestasi akademis yang tinggi namun realistis buat anak.
    Tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya.
    Bicara dan bermain dengan anak, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.
    Berceritalah mengenai berbagai peristiwa yang sedang terjadi, apa saja yang terjadi di lingkungan sekitar. Saat berbicara mengenai rutinitas harian Anda, jelaskan apa yang Anda lakukan dan mengapa. Doronglah anak untuk bertanya untuk Anda jawab, atau bisa juga bantu dia untuk menjawabnya sendiri.
    Perhatikan apa yang mereka suka lakukan, seperti hobi menggambar, melukis, atau menggunakan angka-angka. Bantu mereka mengembangkan kesukaan itu, dan cari tahu bagaimana mereka bisa mengikuti lomba di lingkungan sekitar atau di tingkat kota.
    Bawa anak ke tempat-tempat dimana mereka bisa mempelajari hal baru, seperti pentas musik, museum atau galeri seni.
    Cari anggota keluarga yang bisa menjadi mentor membantu anak mengembangkan bakat mereka.


Hal yang Harus Diwaspadai oleh Orang Tua

Orang tua hendaknya waspada akan diri mereka apakah mereka memberikan respon sungguh terhadap kebutuhan anak ataukah hanya memberikan respon kepada bakat yang dimiliki anak. Tidak sedikit orang tua yang salah dalam hal ini yaitu adakalanya orang tua menyadari anak mereka berbakat lantas secara menggebu-gebu memaksa anakya mengikuti latihan-latihan dengan program yang sangat ketat. Dorongan seperti ini lambat laun akan membuat anak menyadari bahwa orang tua mereka lebih berminat pada bakat yang mereka miliki daripada memperhatikan kesejahteraan dan kebahagiaan diri mereka selaku anak-anaknya.

Karenanya para orang tua serta pendidik harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

    Dorongan, apalagi pemaksaan secara berlebihan pada anak dapat melunturkan motivasi anak untuk mengembangkan bakat mereka. Anak akan merasa tertekan, sakit hati, atau melakukan sesuatu hanya karena berharap memperoleh hadiah. Masa kecil mereka bahkan akan hilang sebagian.
    Pujian yang berlebihan pada anak-anak usia muda atau menjadikan anak sebagai figur publik secara terus menerus merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak bahkan cendrung melunturkan semangat anak untuk mengeksplorasi bakat mereka lebih lanjut.
    Pujian yang berlebihan tanpa kendali emosi juga dapat membawa anak terbjebak ke dalam sikap lupa diri.
    Para orang tua yang memiliki anak-anak berbakat hendaknya jangan terlalu berharap bahwa anak-anak tersebut kelak akan menjadi kreator, inventor atau inovator. Seorang anak yang berbakat sebagai seorang dokter tidak harus menjadi penemu serum tertentu tetapi dapat menjadi pelayan kesehatan yang sangat baik bagi masyarakat.

Disadur dari buku Mendidik Kecerdasan by Monty P. Satiadarma, Fidelis E. Waruwu dan berbagai sumber.

Sumber : https://inci73.wordpress.com
Sumber gambar : ummi-online.com

Bunda Harus Tau !! Begini Mengembangkan Bakat Anak


Suwarakalbu -Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya memiliki tumbuh kembang yang baik. Di masa balita, sel otak berkembang dengan sangat pesat. Anak balita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru. Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih balita agar memiliki otak cerdas:

1. Sarapan Pagi

Jangan pernah lewatkan yang satu ini saat anak akan berangkat ke sekolah.Sejak tahun 1970, sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa seorang anak yang makan atau sarapan di pagi hari memiliki ingatan yang jauh lebih baik daripada mereka yang tidak sarapan pagi.

Selain itu, anak juga lebih mampu untuk berkonsentrasi pada pelajarannya dan juga membuat anak mampu belajar lebih cepat. Pastikan anak  sarapan di pagi hari, meskipun hanya dengan sepotong kue atau minum segelas susu, ini akan sangat membantu anak dalam belajarnya.

2. Memberikan asi

Sudah banyak penelitian yang secara ilmiah dapat membuktikan bahwa ASI banyak mengandung gizi yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi atau kecerdasan otak bayi. Berikan ASI ekslusif pada anak sejak bayi.

3.Membacakan Cerita

Menurut seorang pakar pendidikan, Dr.Rosmarie Truglio, membaca dapat membuat anak mencintai buku, menambah perbendaharaan dan kemampuannya dalam kosa kata serta mengembangkan keterampilannya dalam berbahasa.

Tidak ada alasan terlalu dini untuk membacakan cerita bagi anak. Sekarang ini sudah banyak buku-buku yang baik dengan warna dan gambar menarik untuk dibacakan pada anak. Bacakan suatu cerita setiap hari. Baca dengan intonasi dan ekspresi seperti kita sedang bermain drama.

4.Ikut bermain

Ikut terlibat saat buah hati bermain dan mengajarkan cara bermain yang benar dapat mempercepat proses belajar pada anak. Potensi sosialnya semakin berkembang, dapat mengenali kemampuannya, bakatnya, minatnya juga kebutuhan emosionalnya. Demikian menurut Dr. Jean Ashton.


5.Menstimulasi kecerdasan dengan  tempelan gambar dan tulisan

Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi. Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang hingga anak hafal. Atau tempelkan di pintu kamar, di pintu kulkas dan tempat yang mudah terlihat oleh anak. Dengan cara itu, pelan-pelan anak akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam bahasa.


6.Stimulasi kecerdasan dengan mainan edukasi


Pastikan anak memiliki mainan yang tidak asal-asalan. Berikan mereka mainan edukatif apalagi mainan pengasah otak anak seperti puzzle, games Sudoku, catur atau teka-teki silang khusus anak. Selain itu meminta anak menghafal hal-hal sederhana juga bisa mengasah otak anak, beri pujian dan hadiah saat ia berhasil.


7.Selalu lakukan pengulangan

Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu saja. Jangan sebal dan panik. Ini merupakan suatu bagian penting di mana anak mengenal proses informasi.

8. Pupuk Rasa Ingin Tahu

Agar anak punya minat dan punya ketertarikan pada ilmu pengetahuan, jelas orang tua harus selalu mengajarkan dan mendidik keterampilan yang baru. Ini dilakukan agar rasa ingin tahu anak selalu terjaga sehingga nanti akan ketahuan minatnya yang paling tinggi dibidang apa.

9.Mengajarkan kegiatan jasmani

Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis. Penelitian menunjukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun. Jika orangtua dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, hal ini dapat membantu menambah perkembangan fisik serta otak anak. Ajaklah balita berlari-lari, berenang, dan lainnya.

10. Mengajak bicara

Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak menjadi tahu, dia merupakan pusat perhatian kita. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.

11. Menjaga Kesehatan

Para ilmuwan dari University of Illinois berhasil membuktikan adanya korelasi antara kesehatan dengan prestasi anak di sekolah. Ajari anak untuk berolahraga, menjaga kebersihan dan beri makanan yang sehat dan gizi yang terpenuhi.

12. Hindari Junk Food


Junk Food alias makanan cepat saji dengan kadar gula dan lemak yang tinggi tidak baik bagi intelegensi anak. Berikan anak makanan bergizi tinggi, terutama bagi bayi berusia 2 tahun. Anak harus mengkonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otaknya. Beri anak asupan makanan bergizi dan tidak melupakan sayuran dan buah-buahan.

13. Penuhi Asupan Asam Lemak Omega-3 Untuk Anak

Asam lemak omega-3 sangat bermanfaat untuk otak dan dapat mengaktifkan area otak yang berpotensi mendorong peningkatan daya konsentrasi, memori dan juga aspek kognitif lainnya. Berikan suplemen seperti minyak ikan dan makanan-makanan lain yang mengandung asam lemak omega-3 dan juga DHA.

14. Batasi Menonton TV

Membiarkan anak banyak menonton TV merupakan cara mendidik anak yang salah. Banyak menonton TV membuat anak menjadi malas. Selain itu pengaruh acara TV yang negatif akan meresap pada anak. Beri anak jadwal nonton TV dalam sehari sekitar 2 jam saja, itu menurut para ahli psikologi anak.

15. Kehangatan Keluarga

Penelitian mampu menunjukkan bahwa kondisi emosional yang hangat dan juga stabil sangat penting dalam perkembangan fungsi kognitif dan keterampilan pada anak. Sebaliknya, anak-anak yang tinggal dan tumbuh bersama orang tua yang berkarakter keras memiliki resiko yang lebih besar pada masalah keterampilan anak.

16. Atasi Stres Pada Anak

Stres pada anak bisa mengganggu fungsi otaknya yang berharga. Sebuah penelitian terhadap anak-anak usia dalam 9 sampai 12 tahun di University of Malaga, Spanyol membuktikan bahwa anak yang merasa stres memiliki hasil ujian yang melibatkan kecepatan memori dan juga perhatian yang jauh lebih buruk daripada anak-anak yang tidak mengalami stres. Wajar jika anak cemas akan suatu hal, ajak anak untuk berkomunikasi dan bantu mereka untuk menyelesaikan masalahnya dengan bijak. Ajaklah anak kita mengerjakan sesuatu yang menyenangkan agar dapat terhindar dari stresnya.




 17. Berdo’a

Senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah SWT, agar anak tumbuh menjadi sehat, cerdas dan shaleh. Ajarkan pula anak untuk berdoa sehingga dia akan memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual.

18. Mengenal Alam

Beberapa waktu di luar rumah juga mampu meningkatkan fungsi otak anak, terutama sikap perhatian, daya konsentrasi serta kontrol impuls dan memori anak. Alam tampaknya mampu membuat segar otak anak dengan dan juga memberikan kesempatan bagi mental otot untuk beristirahat.
Biarkan anak-anak bermain di alam sedikitnya selama 20 menit dalam sehari. Anak bisa menghabiskan waktunya di alam sambil membaca buku di taman atau mungkin bersepeda di jalanan yang ditumbuhi banyak pepohonan atau mungkin juga bermain sepak bola dengan teman-temannya.



Demikianlah 18 cara mendidik anak agar pintar dan cerdas yang bisa orang tua terapkan untuk anak balita di rumah. Tentunya, anak yang cerdas dan berakhlak mulia merupakan harapan bagi orang tua.

Foto ilustrasi: google
Penulis:
Artis Hardiyati (Titis) ~ Menulis untuk menebar semangat kebaikan
Fb: artis hardiyati, Blog: myshalihah.blogspot.com
www.ummi-online.com

Para Orangtua perlu Lakukan 18 Hal Ini Agar Anak Cerdas. Beginilah Cara Merawat Anak dan Mendidiknya

suwarakalbu.blogspot.com
Suwarakalbu - Kehidupan berumah tangga itu memang sangat kompleks. Maka tidak heran jika tentang kehidupan rumah tangga tiada habisnya dibahas. Agar hubungan suami istri harmonis banyak tips yang telah diberikan. Banyak juga penelitian dilakukan terkait penyebab sukses tidaknya suatu hubungan suami istri.

Sesungguhnya banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kelanggengan hubungan suami istri. Sejauh mana pasangan suami istri mampu menjalani berbagai hal bersama dan terampil menyelesaikan konflik menjadi salah satu tips yang bisa menjaga agar hubungan berjalan baik.
                                                   
Ikatan cinta kasih antara suami, istri dan anak-anak juga sering kali terjalin kuat karena hal-hal kecil yang dilakukan dengan ketulusan hati. Begitu juga sebaliknya, terkadang hal yang kita anggap kecil tapi tidak berkenan bagi pasangan bisa menimbulkan retaknya hubungan cinta kasih itu. Sebab itu sebagai pasangan kita harus peka membaca perasaan suami, apa saja yang disukainya dan apa yang tidak berkenan di hatinya.

Yuk kenali hal-hal apa saja yang mungkin tidak disukai pasangan dan menyebabkan kasih sayangnya memudar.

1. Kebiasaan Merendahkan Atau Mengkritisi Pasangan
Direndahkan memang tidak enak rasanya. Apalagi jika itu dilakukan oleh orang yang kita cintai. Terkadang tanpa disadari kita sering sekali mengkritik apa saja yang dilakukan oleh suami. Seolah-olah ada saja yang tidak sesuai dengan perilaku pasangan kita.

Namun ada juga yang mungkin tidak bermaksud untuk merendahkan tapi karena cara penyampaiannya yang salah sehingga pasangan merasa direndahkan. Karena itu sebaiknya hindari terlalu banyak mengeluh yang ujung-ujungnya mengkritik apalagi sampai merendahkan pasangan. Jika pun ada yang perlu dikritik berhati-hati jangan sampai pasangan merasa direndahkan atau dihina.

2. Membandingkan Pasangan Dengan Orang Lain
Hal lain yang juga tidak berkenan di hati kita yaitu jika dibanding-bandingkan dengan orang lain. Begitu pun suami kita. Tentunya suami pun tidak akan senang dibandingkan dengan suami orang lain. Tentu saja hal seperti ini susah dia terima, apalagi dari istri yang dicintainya.

Membicarakan kehebatan suami orang lain dihadapan suami, terkadang menjadi hal yang sering kita lakukan. Namun, ternyata hal ini dapat melukai hati suami. Hal ini bisa menghancurkan hubungan cinta kasih suami-istri.

3. Membuat Keputusan Tanpa Membicarakannya Dengan Suami
Ini juga kebiasaan yang terkadang dianggap sepele. Kita pikir, Niatnya baik kok,atau Untuk kebaikan ini. Suami pasti setujulah. Gak diomongin dulu juga gak apa-apa.

Hati-hati karena hal ini bisa membuat kita terlihat lancang terhadap suami. Sekali dua kali mungkin suami masih bisa terima, tapi kalau sudah keseringan ini bisa menjadi ganjelan bagi hubungan kita dengan suami. Jadi, kalau pernah melakukan ini, berhentilah sekarang juga ya.

4. Menggunakan Alasan Untuk Mencari Keuntungan Atau Menghukum
Suami tentu tidak suka jika alasan berhubungan digunakan untuk menekan dan sebagainya. Meskipun benar suami sangat cinta, tapi jika sering dimain-mainkan dengan alasan tidak akan diberi misalnya, tentu lama-lama suami akan lari ke pelukan wanita lain.

5. Melawan Secara Fisik Atau Kata-kata
Sikap ini dianggap paling umum dilakukan istri. Kebiasaan ini juga mesti dibuang karena sikap ini menunjukkan kita tidak menghargai suami. Apalagi sikap menentang ini sudah mengarah kepada perlawanan baik berupa kata-kata maupun secara fisik.

Wah, kalau sudah begini yang ada jadinya perang dunia ketiga. Bayangkan jika keadaan seperti ini sering terjadi dalam rumah tangga, pasangan mana yang betah di dalamnya?

6. Berbohong Pada Pasangan
Ini jelas-jelas sikap yang tidak terpuji. Agama pun melarangnya, tidak hanya kepada pasangan tapi kepada semua orang juga tidak boleh berbohong. Kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam mengekalkan hubungan. Karena itu wajib menjaga kepercayaan suami dengan tidak berbohong.

7. Lebih Mementingkan Pekerjaan, Hobby Atau Teman Dari Pada Suami
Istri lebih mementingkan pekerjaan, hobby, teman dan lain-lain dari pada suami? Ini jangan sekali-kali terjadi. Kebiasaan yang menganggap enteng masalah ini karena beranggapan suami akan mengerti bisa menjadi bumerang dikemudian hari. Sebab ini akan membuat suami merasa dinomor duakan dan terlantar sehingga suami bisa lari ke pelukan wanita lain.

8. Melakukan Perbuatan yang Bisa Menyeret Suami ke Pelanggaran Hukum
Suami isteri harus saling cinta-mencintai, hormat-menghormati, setia dan memberi bantuan lahir  bathin yang satu kepada yang lain. Jika mencintai berarti menjaga agar pasangan kita selalu dalam kebaikan dan tidak terjerumus ke dalam pelanggaran hukum, baik hukum manusia maupun hukum Tuhan tentunya.

Jangan sampai karena keserakahan dan ketidak bersyukuran istri menjadi penyebab suami menjadi korupsi misalnya. Suami bisa balik membenci istrinya jika disadarinya bahwa akibat perbuatan istrinya dirinya jadi bisa terjerumus ke dalam hal yang salah.

9. Melakukan Perbuatan yang Membahayakan Nyawa Suami
Hal ini tidak jauh berbeda dengan point sembilan. Bahkan lebih bahaya karena suami bisa sampai benci terhadap istrinya jika mengetahui istrinya sendiri telah membahayakan nyawanya.

10. Tidak Setia Kepada Pasangan
Setiap pasangan pasti menginginkan pasangannya setia. Kesetiaan merupakan modal penting dalam menjalani sebuah hubungan. Karena sebuah hubungan akan kandas di tengah jalan tanpa adanya kesetiaan. Maka kesetiaan merupakan kunci langgengnya sebuah hubungan. Jadi, membuang kebiasaan tidak setia mutlak bagi pasangan yang menginginkan hubungan yang langgeng.

Profil Penulis
Andi Sri Suriati Amal, biasa dipanggil Inci, lahir di Bone, 2 April 1973. Sementara ini berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia. Buku solonya berjudul Role Juggling, Perempuan Sebagai Muslimah, Ibu dan Istri diterbitkan oleh Gramedia tahu 2013 Ibu empat anak ini dapat dihubungi di inci73.wordpress.com atau lewat facebook-nya (Andi Sri Suriati Amal).

Sumber: ummi-online.com

Image Source : lifestyle.okezone.com 

INGAT !! Jangan Lakukan 10 Hal Ini Pada Suami Jika Ingin Rumah Tangga Tetap Romantis Dan Harmonis